SAROLANGUN – Pemerintah Kabupaten Sarolangun mengambil langkah tegas guna merespons kelangkaan dan lonjakan harga LPG subsidi 3 kilogram menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Bupati Sarolangun, Hurmin, menegaskan tidak akan menoleransi oknum yang nekat melakukan penimbunan atau menjual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Pernyataan keras tersebut disampaikan Hurmin saat memantau langsung operasi pasar LPG subsidi di Kecamatan Air Hitam pada Minggu (15/2). Dalam tinjauan lapangan tersebut, ditemukan fakta bahwa harga gas melon di tingkat pengecer melambung hingga Rp50.000 – Rp60.000 per tabung, jauh di atas HET resmi pemerintah yang berada di kisaran Rp18.000 – Rp20.000.
”Agen pangkalan gas LPG Subsidi 3 Kg ini akan terus kita pantau dan awasi, kami juga harapkan masyarakat sama-sama mengawasi. Apabila nanti ada pangkalan yang melanggar bisa kita kenakan sanksi sesuai aturan,” Ujarnya, dilansir Kabar Sarolangun.
Sebagai langkah stabilisasi instan, Pemkab Sarolangun menyalurkan sedikitnya 2.700 tabung gas melalui operasi pasar yang tersebar di lima titik wilayah. Langkah ini diambil untuk menekan praktik spekulasi sekaligus memastikan ketersediaan stok bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku UMKM.
“Gas ini diperuntukkan bagi masyarakat kecil, bukan untuk ajang mencari keuntungan pribadi yang berlebihan. Kami tidak akan tinggal diam melihat masyarakat terbebani,” ujar Hurmin di sela-sela kegiatannya.
Menyikapi titik rawan penyimpangan di level pangkalan dan pengecer tidak resmi, Pemkab Sarolangun kini memperketat pengawasan dengan melibatkan pihak kepolisian dan instansi terkait. Hurmin memastikan rantai distribusi dari agen hingga pangkalan akan diaudit secara berkala.
Sanksi yang disiapkan bagi pelanggar meliputi, Teguran tertulis dan pembinaan, Pemberhentian distribusi sementara, pencabutan izin usaha bagi pelanggar berat.
Mengingat konsumsi energi yang diprediksi terus meningkat hingga Idul Fitri, Hurmin meminta masyarakat untuk proaktif melaporkan jika menemukan harga yang tidak wajar di pangkalan resmi.
“Partisipasi masyarakat sangat penting. Tanpa pengawasan bersama, praktik kecurangan ini sulit diberantas. Kita ingin masyarakat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang tanpa harus dipusingkan oleh urusan gas,” pungkasnya. (*)













Discussion about this post