SAROLANGUN- Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII, Sarolangun, kembali memakan korban jiwa pada Minggu (15/2).
Melansir Media Jambisatu, runtuhnya tanah di lokasi tambang jenis dompeng darat tersebut mengakibatkan empat pekerja tewas dan satu orang luka-luka.
Pihak Kepolisian Resor Sarolangun telah mengonfirmasi kejadian ini dan melakukan olah TKP di Desa Teluk Kecimbung.
Kasi Humas Polres Sarolangun, IPTU Supriadi, menyatakan bahwa pihaknya tengah memburu pemilik lahan yang diduga berinisial Y.
Saat ini, lokasi telah dipasangi garis polisi dan seluruh aktivitas penambangan dihentikan. Kejadian ini kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan pada praktik tambang ilegal yang mengabaikan standar keamanan demi motif ekonomi.
Tragedi ini kembali menambah daftar panjang korban PETI di Sarolangun. Aktivitas tambang ilegal yang terus berulang menunjukkan persoalan yang belum benar-benar tuntas.
Polisi memastikan penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas aktivitas tambang ilegal tersebut. (*)













Discussion about this post