SAROLANGUN – PT Sari Aditya Loka (SAL) menunjukkan komitmen kemanusiaan dengan memprioritaskan pemulihan kesehatan warga Suku Anak Dalam (SAD) yang menjadi korban dalam insiden bentrokan dengan petugas keamanan perusahaan. Meski kedua belah pihak mengalami luka-luka, PT SAL segera mengambil langkah medis cepat.
Pihak perusahaan langsung mengevakuasi korban dari kalangan warga SAD ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan intensif.
“Perusahaan langsung membawa korban ke Rumah Sakit Langit Golden Media Sarolangun untuk mendapatkan penanganan dan pendampingan hingga korban dinyatakan membaik,” jelas Fenti, Asisten Corporate Social Responsibility (CSR) PT SAL.
Hingga saat ini, tim kesehatan perusahaan bersama dokter wilayah terus memantau kondisi korban secara langsung. Bahkan bagi korban yang sudah menjalani rawat jalan, tim medis tetap melakukan kunjungan ke pemukiman warga SAD untuk memastikan luka pulih dengan optimal.
Dalam menyikapi konflik yang terjadi, PT SAL memilih pendekatan persuasif melalui mediasi yang melibatkan pihak ketiga. Langkah ini diambil untuk menyelesaikan kesalahpahaman serta menjaga harmonisasi dengan masyarakat adat.
“Mediasi telah berjalan dengan baik dan kami akan mempertahankan hubungan baik bersama warga SAD,” tambah Fenti.
Tantangan saat ini muncul ketika salah satu korban, Nelitis, disarankan untuk tetap tinggal di rumah sakit karena risiko infeksi pada luka yang masih terbuka. Namun, tim medis terus melakukan upaya persuasif agar yang bersangkutan bersedia mendapat perawatan tuntas.
“Pihak PT SAL saat ini terus berupaya membujuk yang bersangkutan agar bersedia dirawat hingga benar-benar pulih,” pungkas Fenti Rakhmawati, PIC program CSR.
Langkah-langkah ini menegaskan bahwa bagi PT SAL, tanggung jawab sosial dan nilai kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama, bahkan di tengah situasi konflik sekalipun. (*)













Discussion about this post