SAROLANGUNKINI – Tak hanya beragam wisata alam yang dimiliki Sarolangun. Ada benda cagar budaya dan kepurbakalaan yang menarik dikunjungi.
Di Kelurahan Dusun Sarolangun, banyak memiliki cerita dan juga peninggalan sejarah, baik berupa benda pusaka, kitab, baju atau rompi hingga peninggalan senjata masa Belanda yang pernah dimiliki oleh para tersohor kala itu.
Beberapa pusaka yang berada di Dusun Sarolangun tersebut di antaranya, bedil Pak Linggam, baju atau rompi, tombak, keris pusaka, hingga benda-benda peninggalan masa Belanda yang juga memiliki nilai sejarah cukup tinggi.
Yang menarik, Sarolangunkini akan membahas sedikit terkait sejarah benda Pusaka Baju atau yang diketahui warga sekitar sebagai Baju Ayat Pandai Terbang.
Berdasarkan literatur Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Sarolangun, baju itu berumur sekira 150 tahun. Baju itu ada di rumah Syamsudin, di Muara Sawah, Kelurahan Dusun Sarolangun, Kecamatan Sarolangun.
Melansir Tribun Jambi, Konon, menurut Syamsuddin selaku ahli waris, baju itu milik seorang anak yatim piatu bernama Muazzin. Anak tersebut sering diejek teman-temannya. Ia lantas meminta dibuatkan bubur tiga warna, lalu dihidangkan di lapangan. Tak lama berselang, timbul gelap dan akhirnya muncul pelangi. Muazzin berkata, itulah ayah dan ibuku.
Tidak terdapat makam yang menjadi bukti bila Muazzin meninggal dunia. Hanya tiba tiba, saat tengah mandi di tengah laman di dusun tersebut, ia menghilang ketika turun pelangi. Dan Muazzin hanya meninggalkan baju saja.
Menurut ahli waris, pemilik baju ini disebut juga Depati Hilang Dilaman. Dilihat dari tulisan di baju itu, selain ada ayat Alquran ada juga beberapa tulisan Arab Melayu. Ayat itu menceritakan keluhan Muazzin. Setiap membuka baju ini, terdapat kemenyan putih, yang sering memberikan pertanda ke keluarga ahli waris. (*)













Discussion about this post